Get Paid To Promote, Get Paid To Popup, Get Paid Display Banner
Home All. Diberdayakan oleh Blogger.

Rabu, 30 Maret 2011

Alves Antusias Hadapi Bulan Sibuk Barca

Barcelona - Total tujuh partai akan dilakoni Barcelona pada bulan April. Menyikapi bulan yang sibuk itu Dani Alves pun minta rekan-rekannya rileks dan tak usah tertekan, seraya tetap meraih hasil maksimal.

Jadwal berat sudah menghadang Barca pada bulan keempat tahun 2011. Kesibukan tersebut tidak lepas dari kiprah Barca di tiga kompetisi, La Liga Primera, Liga Champions dan Copa del Rey.

Kesemua partai yang akan dilakoni juga cukup setara signifikansinya. Barca mesti menang dalam laga-laga La Liga Primera untuk menjaga puncak klasemen, Shakhtar Donetsk mesti diatasi demi tiket semifinal Liga Champions dan Real Madrid harus dilawan atas nama gengsi dan trofi Copa del Rey.

"Luar biasa apa yang sudah menanti kami. Kami berada tepat di posisi yang kami inginkan: masih eksis di seluruh kompetisi," ujar Alves di situs Barca.

"Kini waktunya untuk menikmatinya dan berpikir kalau itu hanyalah sebuah partai dan kami mungkin juga bisa kalah. Jika itu terjadi, kami harus terus berjuang sampai akhir, setia dengan filosofi kami sendiri," imbuh punggawa Barca asal Brasil itu.

Bulan sibuk Barca akan dibuka dengan melawat ke markas Villarreal, Sabtu (2/4/2011) waktu setempat. Kemenangan sudah pasti penting guna membawa Barca selangkah lebih dekat ke tahta juara, kendati pun belum memastikan takhta.

"Sangat penting untuk menang tandang lawan Villarreal di hari Sabtu. Kemenangan akan mengirimkan sebuah pesan dan tiap kesalahan mulai dari sekarang akan merugikan."

"Kemenangan, setidaknya, akan membuat kami tetap menjaga selisih lima angka dari Madrid, tidak lebih," paparnya.

Alves juga mengungkapkan tekad dan semangat Barca untuk tidak mengakhiri musim tanpa gelar. Pasalnya, klubnya itu punya ekspektasi dan standar tinggi.

"Tak memenangi trofi akan jadi kekecewaan besar. Dari cara kami bermain, cara kami berkompetisi, jika kami tidak memenangi salah satu dari tiga trofi yang sedang kami buru, itu akan mengecewakan."

"Tapi saya yakin 100% dengan tim ini dan jika kami terus berjalan di jalur ini, saya yakin kami akan mencapai sesuatu yang sangat penting," seru Alves.

'Seri A Bakal Jadi Liga Kelas Dua di Eropa'

Milan - Jika di medio 90-an hingga awal 2000-an Liga Italia masih berstatus sebagai liga paling elit se-Eropa. Kini kompetisi Seri A bisa segera menjadi hanya sekadar liga kelas dua di daratan Eropa.

Penilaian itu dikeluarkan oleh Direktur AC Milan Umberto Gandini terkait kondisi persepakbolaan di negaranya saat ini. Krisis keuangan yang melanda sebagian besar klub serta rendahnya animo penonton di sana jadi penyebabnya.

Contoh saja rataan penonton di stadion-stadion klub Seri A musim lalu hanya 24.603. Bandingkan dengan Bundesliga yang mencapai angka 42.441 per partai atau di Liga Inggris 34.150 serta di La Liga yaitu 27.699.

Meski Italia mengalami peningkatan yang cukup sigfinikan di rating televisi yaitu 20 persen (mencapai angka 1,41 juta dollar AS) terkait hak siar kolektif para peserta Seri A.

"Sepakbola Italia mengalami masalah besar. Ada penurunan dalam jumlah besar fans yang menonton ke stadion dan semakin banyak yang menonton lewat televisi," tutur Gandini kepada Reuters.

"Masalahnya adalah kesempatan untuk menaikkan pendapatan dan turnover. Kami mempunyai kontrak yang bagus dengan stasiun televisi meskpun jika ada sentralisasi hak klub-klub besar," sambungnya.

"Kami mempunyai pemasukan komersial walaupun tidak terlalu besar. Namun kami sangat sedikit mendapat pendapatan dari stadium, konsensi dan merchandise. Ini jadi gap yang besar antara Italia dengan Inggris serta Spanyol khususnya," sesalnya.

Selain soal rendahnya animo penonton, prestasi wakil-wakil Italia di kompetisi Eropa dari tahun ke tahun kian menurun. Contoh saja musim ini mereka hanya tinggal menyisakan Inter Milan yang masih bertahan di perempatfinal Liga Champions.

Maka tak heran jika koefisien Bundesliga kini menggeser Italia di peringkat ketiga, yang mana mereka berhak mengirimkan empat wakil ke Liga Champions pada musim 2012-2013. Seri A pada musim itu cuma bisa menyertakan tiga wakil.

"Kami tidak begitu bagus di Liga Europa. Klub-klub Jerman sangat bagus yang mana mempengaruhi ranking UEFA. Alasannya mungkin karena klub-klub kami di Liga Europa tidak punya skuad memadai untuk bermain di dua kompetisi yang berpengaruh pada pemasukan dari pertandingan," analisa Gandini.

"Kemampuan untuk berinvestasi adalah kunci untuk membawa para pemain top. Seluruh pemain terbaik kami punya di awal tahun 1990 dan sesudah itu mereka pindah ke Spanyol," tuntasnya.

Si 'Messi Baru' Setia Tunggu Kans di Barca

Barcelona punya seorang pemain belia yang sudah acap dibanding-bandingkan dengan seniornya, Lionel Messi. Kelihaiannya dikabarkan sudah memancing minat banyak klub besar, meski ia sendiri hanya ingin tetap bersama Barca.

Usia Gerard Deulofeu baru 17 tahun. Tapi remaja asal Spanyol yang sudah memperkuat timnas U-16 dan U-17 negaranya tersebut sudah menunjukkan kelihaian yang menjanjikan.

Maka tidak heran kalau kemudian pemain sayap yang juga bisa dipasang sebagai penyerang itu sudah beberapa kali dilaporkan menarik minat dua klub raksasa Liga Primer Inggris, Arsenal dan Chelsea.

Deulofeu sendiri saat ini belum bisa menembus tim inti Barca. Namun, ia lebih memilih menunggu peluang tampil ketimbang angkat koper ke klub lain.

"Aku dari Barcelona dan tak mau tahu apapun mengenai klub lainnya," tegasnya kepada radio Cope Catalunya yang dikutip Sky Sports.

"Aku ingin sukses bersama Barca. Kami punya peluang bagus dengan adanya (Pep) Guardiola di kursi pelatih karena ia punya keyakinan besar terhadap pemain muda," lanjutnya.

Potensi yang ditunjukkan Deulofeu sejauh ini juga sudah membuatnya disebut sebagai The Next Messi. Tetapi ia masih merasa belum pantas disamakan dengan seniornya itu di Barca.

"Aku pikir tidaklah bagus mereka membandingkanku dengan Messi. Ia adalah orang yang aku jadikan panutan karena kemampuannya yang tinggi dan semua orang ingin mencapai levelnya. Tapi lebih baik jika aku tidak dibandingkan dengan dirinya," pungkas Deulofeu merendah.

Magath Pergi, Raul Tetap Setia Schalke

Schalke - Penyerang Schalke Raul menegaskan akan menghormati kontraknya. Kendati Felix Magath pelatih yang sudah merekrutnya telah hengkang.

Magath bisa dibilang menyelamatkan karir Raul. Saat terpinggirkan di Real Madrid, Magath sukses memboyong bomber Spanyol itu ke Schalke.

Keyakinan Magath terbukti. Meski telah memasuki usia senja, Raul masih mampu tampil oke dan telah mencetak 11 gol untuk The Royal Blues.

Akan tetapi Schalke memutuskan untuk memecat Magath awal bulan ini karena dianggap gagal mengangkat performa tim. Ralf Ragnick pun ditunjuk sebagai penggantinya.

Kontrak Raul sendiri baru akan habis pada tahun depan. Ia bertekad untuk menjaga komitmennya kepada Schalke dengan atau tanpa Magath.

"Aku tidak menandatangani kontrak dengan Felix Magath tapi dengan Schalke. Aku seorang pemain Schalke," tegas pemilik nama Raul Gonzalez Blanco itu kepada Bild yang dikutip Reuters.

Schalke berpeluang memenangi Piala Jerman dan akan berhadapan dengan klub divisi dua Duisburg untuk memperebutkan trofi.

"Aku telah memenangi beberapa piala dalam karirnku tapi belum pernah memenangi piala domestik. Kami ingin memenangi Piala Jerman. Menurut secara pribadi, itu adalah yang paling penting," imbuh dia.

Selasa, 29 Maret 2011

Puja-puji Fergie untuk Valencia


Manchester - Antonio Valencia langsung memeragakan penampilan impresif sejak kembali dari cedera. Puja-puji pun datang dari mulut Sir Alex Ferguson untuk winger Ekuador tersebut.

Setelah sempat absen lama akibat cedera engkel, Valencia kembali ke lapangan dalam laga Piala FA melawan Arsenal. Dia kemudian tampil menawan saat Manchester United mengalahkan Marseille dan Bolton Wanderers. Pemain 25 tahun ini pun dinobatkan sebagai pemain terbaik bulan Maret di situs MU.

"Antonio telah menunjukkan mengapa kami sangat kehilangan dia lewat penampilannya," ujar Fergie, kepada Inside United.

"Dia adalah pemain yang fantastis. Dia datang pada waktu yang tepat saat melawan Marseille karena Nani sedang tidak fit akibat cedera," pujinya.

"Saya pikir kemampuan Antonio untuk menguasai bola adalah keuntungan besar buat kami. Otak sepakbolanya terlihat saat dia mengkreasikan gol kedua Chicharito saat melawan Marseille. Umpannya kepada Ryan (Giggs) juga fantastis," urai manajer 69 tahun itu.

"Jadi, itu adalah nilai tambah yang besar. Punya Antonio dan Nani jadi dorongan besar buat kami," tuntas dia.

PSSI Segera Diusir dari Senayan

Bogor - Keputusan Menpora Andi Mallarangeng untuk tidak mengakui kepengurusan PSSI di bawah Nurdin Halid diikuti oleh implikasi lanjutan. Salah satunya, PSSI akan diusir dari kantornya di SU GBK.

Pada Senin (28/3/2011), Menpora mengeluarkan pernyataan bahwa kepengurusan PSSI di bawah Nurdin tidak lagi diakui. Pemerintah juga akan menghentikan semua bantuan kepada PSSI.

Bentuk penghentian bantuan dari Pemerintah tersebut antara lain adalah dihentikannya anggaran serta diusirnya PSSi dari kantor mereka di Stadion Utama Gelora Bung Karno yang merupakan aset negara.

"Otomatis (anggaran) langsung dihentikan. Kami tidak mengakui lagi. Kalau sudah tidak diakui, berarti langsung dihentikan," kata Andi saat ditemui di Istana Bogor, Selasa (29/3/2011).

"Begitu pula kantor PSSI yang ada di Gelora Bung Karno Senayan, itu juga milik Pemerintah, juga dihentikan. Tentu saja, itu kan milik Pemerintah, jadi kepengurusan PSSi tidak bisa lagi menggunakan fasilitas negara," tambah Andi.

Di hadapan wartawan, Senin (28/3), Nurdin Halid mengaku tidak khawatir apabila kelak diminta keluar dari kantor PSSI. Dengan nada memelas, Nurdin mengaku sebagai rakyat biasa yang tidak bisa mencegah tindakan Pemerintah.

Kala Mourinho jadi Kiper dan Striker

Madrid - Jose Mourinho menguji kemampuannya dengan menjadi kiper dan juga penyerang. Saat menjaga gawang, ia melakukan sejumlah penyelamatan apik. Sedang ketika menjadi striker, ia banyak melancarkan protes.

Mourinho selama ini dikenal sebagai pelatih handal. Ini dibuktikan dengan serangkaian gelar juara yang dia persembahkan kepada tim yang pernah ia tukangi. Sementara karir pria Portugal tersebut saat masih menjadi pemain tidak terlalu terekspos.

Namun begitu skill Mourinho ternyata tidak hanya memberikan instruksi dari pinggir lapangan dan meracik strategi. Pelatih Real Madrid itu juga unjuk kemampuan dalam beraksi di lapangan hijau.

Mourinho beraksi di laga persahabatan antara Real Madrid dan juga wartawan yang biasa meliput di Vadelbebas, tempat latihan El Real, Senin (28/3/2011) waktu setempat.

Dilansir dari situs resmi Madrid, Mourinho tampil di dua posisi yakni penjaga gawang dan striker dalam pertandingan yang berlangsung selama satu jam itu.

"Jose Mourinho memulai pertandingan sebagai penjaga gawang dan ia menciptakan sejumlah penyelamatan impresif yang membuat dia bisa clean sheet di sepanjang babak pertama," demikian keterangan Madrid.

Di babak kedua, Mourinho kebobolan lewat penalti tim jurnalis. Kemudian The Special One beralih menjadi pemain depan. Posisinya sebagai penjaga gawang digantikan pelatih kiper Madrid Silvinio Louro.

Bagaimana aksi Mou ketika menjadi pemain depan? "Pelatih Real Madrid itu secara konstan bercanda, menjatuhkan dirinya ke lapangan dan meminta tendangan bebas atau penalti setiap kali dia ada kontak dengan lawan."